menu

Cirebon Terancam Jadi Kota Mati

Posted by Redaksi Sabtu, 03 April 2010 0 komentar
GA Banner

KESAMBI – Sejak tahun tahun 2007 lalu, pemerintah pusat merencanakan pembangunan jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Banten hingga Jawa Timur. Keberadaan jalan tol tersebut dimaksudkan mempercepat akses transportasi dan mengurangi beban jalan umum yang ada saat ini. Namun, mau tidak mau keberadaan jalan tol itu secara langsung akan berdampak terhadap daerah yang dilintasi, salah satunya Kota Cirebon.
Oleh karena itu, Pemkot Cirebon melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat Kota Cirebon tahun 2012 mencari solusi untuk mengantisipasi keberadaan jalan tol Trans Jawa khususnya Cikampek-Cirebon.
“Jika tahun 2011 atau 2012 mendatang jalan tol Cikampek-Cirebon telah jadi, maka Kota Cirebon akan menjadi kota yang tidak disinggahi pengguna kendaraan, karena langsung melalui jalan tol dari Jakarta langsung bisa ke Jawa Tengah. Bila hal ini dibiarkan maka, Kota Cirebon lambat laun akan ditinggalkan dan menjadi kota mati,” kata Walikota Subardi SPd saat membuka Musrenbang di aula D III Untag Cirebon, Selasa (23/3).
Menurut Subardi, jika seluruh unsur yang ada baik pemerintah, swasta, dan masyarakat hanya tinggal diam, maka Kota Cirebon akan ditinggalkan dan tidak dikunjungi oleh orang dari luar kota. Sehingga perlu dilakukan terobosan yang inovatif dan kreatif agar masyarakat tetap bisa singgah di Kota Cirebon, meski ada jalan tol Trans Jawa. “Sebab, jika kita hanya berharap pada faktor natural dan apa adanya, maka kita akan kalah bersaing dan tertinggal dengan daerah-daerah lain seperti Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majelangka, dan Kuningan,” ujar dia.
Sehingga untuk mengantisipasi keberadaan jalan tol Trans Jawa, pada tahun 2010 ini Pemkot Cirebon telah menyiapkan beberapa program seperti pembuatan Cirebon Outo Ring Road (CORR) dan pembuatan akses jalan baru. Tidak hanya itu, direncanakan di pantai yang ada di wilayah Kota Cirebon juga akan dibangun pelabuhan batu bara sebagai persiapan diopersikannya PLTU Kanci.
“Kota Cirebon merupakan salah satu daerah yang strategis di Jawa Barat karena dekat dengan Jawa Tengah dan lebih maju dibandingkan kawasan selatan. Bahkan, untuk alat transportasi, Kota Cirebon sangat lengkap mulai dari udara, darat, dan laut juga ada. Namun jika potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka tidak akan berdampak bagi kemajuan dan pembangunan di Kota Cirebon,” papar Subardi.
Selain itu, dengan keterbatasan sumber daya alam (SDM), Pemkot Cirebon hanya berharap dari sektor investasi. Namun ternyata persoalan investasi masih disibukkan dengan adanya rebutan antarinstansi yang merasa berhak dalam menangani persoalan investasi.
“Jika hal ini dibiarkan, maka iklim investasi di Kota Cirebon tidak bisa berjalan dengan baik. Persoalan ini harus diselesaikan karena investasi merupakan hal yang penting dalam meningkatkan pembangunan di Kota Cirebon,” tegas dia.
Subardi juga mengeluhkan masih adanya pemikiran bahwa penyusunan program dan pembangunan yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) masih bersifat ego sektoral mementingkan kepentingan OPD masing-masing. Padahal yang harus dilakukan dalam perencanaan pembangunan adalah adanya koordinasi satu OPD dengan OPD lain demi terciptanya pembangunan yang berkesinambungan.
“Sebagai contoh kalau dalam perencanaan pembanguna masih dilakukan secara ego parsial adalah mengenai penanganan genangan air. Selama 10 tahun saya menjabat sebagai walikota, hingga sekarang dinas PU ESDM tidak mampu menyelesaikan persoalan genangan air itu. Tidak hanya genangan air, persoalan perbaikan jalan juga belum dilaksanakan dengan baik. Apakah ini bukan salah satu bentuk tidak adanya koordiansi antar-OPD dalam menyusun program pembangunan. Sehingga saya meminta pada tahun 2012 mendatang agar PU ESDM bisa membuat prioritas dalam penangan banjir yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran baru,” ujarnya. (sumber)
Adsense Content. bottom of article

0 komentar:

Posting Komentar